Sultan Mahmud II / Muhammad al-Fatih dan Filmnya: “FETIH 1453″


بسم الله الرحمن الرحيم

F  E  T  I  H    1  4  5  3

(Muhammad al-Fatih / Sultan Mahmud II / Mehmet Khan)

SULTAN TURKI UTSMANI / THE OTTOMAN EMPIRE

English: Sultan Mahmud II of the Ottoman Empir...

 

 

Sultan Mahmud II atau Mehmet atau Muhammad al-Fatih adalah Sultan Turki Utsmani/Ottoman yang saleh, sederhana yang terbentuk sifat-sifat saleh ini dari kecil di bawah bimbingan gurunya syaikh Rabbani Ahmad bin Ismail Al-Kurani yang berhasil menaklukkan Constantinopel Roma pada abad pertengahan. Keberhasilan ini tidak tiba-tiba, tapi diawali dari sultan-sultan sebelumnya bahkan mulai dari Sahabat Nabi Abu Ayyub al-Anshari sudah berusaha menaklukkan Constantinopel akan tetapi gagal dan syahid di sana, hal ini wajar dikarenakan motivasi menaklukkan ini bermula dari hadits Nabi Muhammad saw:

 

لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ، فَلَنِعْمَ الْأَمِيرُ أَمِيرُهَا، وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ  ….    رواه أحمد والحاكم

“Niscaya Konstantinopel akan ditaklukan. Maka sebaik-baik pemimpin adalah dirinya, dan sebaik-baiknya pasukan adalah pasukan itu.” (Hadits riwayat Ahmad dan Hakim).

 

Hadits di atas adalah Mar’fu’ menurut Imam Bukhari[1], Shahih menurut Imam Hakim[2] dan Dha’if menurut Imam Ahmad bin Hanbal.[3] Hal ini karena perselisihan pendapat mengenai dua perawi yang tidak dikenal dikalangan Ulama Hadits, yaitu perawi yang bernama ‘Abd Allah bin Basyar al-Khats’amiy dan ketidak jelasan nama asli Zaid bin al-Habbab dan nasabnya.

Kembali ke Film, efek film ini menurut saya sudah setara dengan Hollywood akan tetapi ada sisi sejarah banyak sejarah yang sengaja dikaburkan atau bahkan dihilangkan sama sekali.

 

HAL-HAL YANG TIDAK SESUAI DENGAN SEJARAH ADALAH:

  1. Figur Sultan Mahmud II yang terlihat arogan bin songong, marah-marah membanting barang dan melempar tasbih sampai putus saat serta ngambek karena pasukannya lalai dalam menjaga laut, sehingga kapal perang mereka dibakar pihak Romawi, padahal Sultan adalah orang saleh yang rajin shalat Tahajjud, Dhuha, juga raja yang sederhana dan peramah akan tetapi dalam film ini tidak ditampakkan sedikitpun hanya:  Pertama, ketika beliau shalat Subuh berjamaah dengan pasukan di medan perang; Kedua, ketika dia mau perang dan ketemu anaknya dan dipeluk; dan Ketiga, waktu terakhir menang perang dan masuk ke Gereja Hagia Sophia dan menggendong anak kecil orang Kristen dan menciumnya. Hanya itu, gile!
  2. Figur istri Sultan digambarkan permaisuri yang berpakaian glamour serta dengan aurat yang tidak ditutup, dan pada satu adegan dia berpakaian tidak pantas.
  3. Figur kepercayaan Sultan yang bernama Hasan lebih ditonjolkan perannya dibandingkan Sultan. What? ini film “Sultan Muhammad al-Fatih” apa Film “Hasan” prajurit kepercayaannya Sultan Muhammad al-Fatih sih? Parahnya yang ditonjolkan di sana Hasan berciuman (baca: zina) di pinggir sungai dengan gadis dari anak pembuat senjata Meriam Terbesar (meriam Basilika) saat itu yang bernama Insinyur Orban, lalu ada juga adengan berzina mereka berdua di ranjang sehingga hamil. He he he, karena hal ini tidak pantas maka adegan mesum tersebut saya potong :) Oh Noooo, sungguh film yang mencampurkan yang Haq dan yang Bathil!  Naaaah, agar tidak menimbulkan image yang tidak baik maka Hasan dan “lawan” zinanya itu dalam dialog aslinya mereka memanggil dengan menggunakan nama “Asli” atau “Kekasih” maka di sini saya ganti dengan menggunakan kata (suamiku/istriku), karena tidak sesuai dengan sejarah.
  4. Banyak adegan yang mengumbar aurat yang teramat fulgar, saya mencatat ada tiga adegan sangat fulgar yang ditayangkan baik dari pihak Turki Utsmani maupun dari kerajaan Konstantinopel Roma. Yang pertama adegan ciuman Hasan yang diatas sudah saya jelaskan, Yang Kedua ada adegan Raja mandi di kolam terus datang dayang-dayang pake swim suit ala Romawi, dan Yang Ketiga ada adegan masyarakat pesta +++ ciuman di luar istana dan dayang-dayang joget dangdut koplo merayakan kekalahan umat Islam di dalam istana. Wih ngapa harus diperlihatkan sih? ini film dakwah atau film Semi?
  5. Diceritakan niat sultan menaklukkan Konstantinopel adalah semata karena Nasionalisme Turki bukan karena Islam, oleh sebab itu agar tidak menyalahi sejarah saya ubah terjemahannya pada adegan bapaknya Sultan wafat.
  6. Meskipun saya doyan film horror, akan tetapi ada adegan yang lebay dalam menonjolkan kekerasan, misalnya tangan dan kaki yang terputus dan seterusnya, khusus adegan ini tidak saya potong, karena relatif. Kalau buat anak harus disensor juga.

 

Semua di atas adalah tidak benar dan sangat mencemarkan nama Sultan Muhammad al-Fatih sebagai seorang Sultan yang Saleh, sederhana dan penyayang. Karena dalam sejarah Sultan maupun orang kepercayaannya yang di sebutkan di atas bukanlah pezina, melainkan orang yang saleh sebagaimana hadits di atas bahwa “Konstantinopel akan ditaklukkan oleh sebaik-baiknya pasukan dan mereka adalah orang-orang yang saleh.”

 

MENGAPA HAL INI BISA TERJADI?

Hemat saya mungkin disebabkan pengaruh Sekularisme Pluralisme dan Liberalisme (SEPILIS) yang sudah sangat dalam kukunya menghunjam dalam benak dan pikiran masyarakat atau insan perfilman, dan bahkan sudah menjadi mainstream di negara Turki saat ini, sehingga wajar saja tidak objektif dan selalu Umat Islam yang dirugikan. Tapi konon PAHAM SEPILIS tersebut sudah mulai rapuh dan dikikis oleh Erdogan, Pemimpin Turki dan Partai Islamnya. Amin.

F I L M    F E T I H  1 4 5 3

Fetih 1453

Bahasa asli film ini adalah menggunakan bahasa Turki. Adapun percakapan bahasa Arab dari hadits Nabi Muhammad saw yang ada pada awal adegan langsung saya terjemahkan dan saya cari kitabnya. Adapun translasi dari bahasa Turki ke Indonesia karena saya tidak bisa bahasanya maka saya minta bantuan dukun Mbah Google. Makasih Mbah  :)

Langsung saja, saya sudah unggah film yang dibuat oleh sutradara AKSOY di Rumah Produksi MEDYAPIM Turki ini tapi dipecah menjadi beberapa bagian, semuanya dalam format sejuta umat  (MP4) yang bisa dinikmati dari hp Cina, Finlandia (Nokia), apalagi Android, IOS & BlackBerry tapi tetap dalam kualitas yang tidak mengecewakan. Kalau tidak ada waktu burning di DVD pakai format VOB langsung saja diburning apa adanya, lalu masukkan ke DVD Player. Atau pakai USB storage-pun bisa “dimainkan” kalau DVD Player/TV nya mendukung “Lobang” USB. Oke deh gak usah banyak ngomong, silakan ke TKP dan sedot :

 

  1. Bagian Pertama
  2. Bagian Kedua
  3. Bagian Ketiga
  4. Bagian Keempat
  5. Bagian Kelima
  6. Bagian Keenam
  7. Bagian Ketujuh
  8. Bagian Kedelapan
  9. Bagian Kesembilan
  10. Bagian Kesepuluh
  11. Bagian Kesebelas
  12. Bagian Kedua belas

 

Meskipun tidak memuaskan, tapi lumayan buat kita membuka wawasan. Karena menurut saya film ini 80% benar, jadi ada benarnya meskipun banyak pengaburan fakta sejarah karena kerasukan dedemit SEPILIS di sana. Ya lumayan lah iseng-iseng nonton sama bini sambil minum cendol….

Selamat menikmati, semoga Film Fetih ini menginspirasi kita. Maaf jika ada kesalahan tulisan dan  penterjemahan.

 

CARA MENGGABUNGKAN FILM YANG TELAH DIUNDUH

Setelah semua film diunduh, kita bisa menonton langsung perfilm atau pun digabung menjadi satu. Untuk menggabungkan film menjadi satu ada banyak program yang bisa kita pakai, yang terbaik menurut saya adalah Program Format Factory 3.1, Silakan di klik tutorialnya disini.

 

C A T A T A N:

  1. Silakan diperbanyak dengan catatan mencantumkan sumbernya. Jadilah penulis/blogger beretika!
  2. Passwordnya adalah : “diskursusislam” tanpa tanda kutip.
———- 0O0 ———-
BIBLIOGRAFI

[1] Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin al-Mughiyrah al-Bukhariy, Takhriyj al-Ahaadiyts al-Marfuw’ah al-Musnadah fiy Kitaab al-Taariykh al-Kabiyr li al-Bukhariy, Riyadh: Maktabah el-Rusyd, 1420 H/1999 M, vol. I, vol. I, h. 791.

[2] Abuw ‘Abd Allah al-Haakim Muhammad bin ‘Abd Allah bin Muhammad bin Hamdawaiyh bin Nu’aiym al-Naysaburiy, al-Mustadrok ‘Alaa al-Shahiyhaiyn, Beirut: Dar el-Kutub el-‘Ilmiyyah, 1411 H/1990 M, cet. I, vol. IV, h. 468.

[3] Abuw ‘Abd Allah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilaal bin Asad al-Syibaniy, Musnad al-Imaam Ahmad bin Hanbal, Beirut: Mu’assasah el-Risalah, 1421 H/2001 M, cet. I, vol. XXXI, h. 287.

About Apriansyah Bintang

Turut mendiskusikan mispersepsi terhadap Islam dengan hikmah dan mau'izhah hasanah. مناقش أي سوء الفهم للإسلام بالحكمة والموعظة الحسنة Also discuss any misperceptions of Islam with wisdom and good advice.

Posted on 30 Januari 2013, in Diskursus Islam and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. kisah sebenarnya bisa di baca di buku fenomenal “muhammad al-fatih 1453″ karya ust.felix siauw.
    klik : http://forum.detik.com/buku-muhammad-al-fatih-1453-t647454.html

Silakan komentar bro...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 162 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: