Wawancara Ben Anderson: Yang Ada Justru Radikalisme Bayaran


Duta Masyarakat, 18 Desember 2002

SEJUMLAH aksi kekerasan yang berupa peledakan bom di Tanah Air beberapa bulan terakhir ini berujung pada penyudutan kelompok Islam tertentu di negeri ini. Banyak tokoh Islam di negeri ini yang disebut sebagai kelompok ‘Islam Radikal’.

Prof Benedict Anderson, Indonesianis asal Cornell University, AS menilai lain. Menurutnya di Indonesia tak ada Islam Radikal. Mengapa demikian? Berikut petikan wawancara Dhian SA dari Duta dengan penulis buku ‘The Imagined Community’ seusai memberikan materi di Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (17/12).

Bagaimana pendapat Anda tentang gerakan Islam radikal di Indonesia?

Saya kira, kita tidak bisa mengeneralisir gerakan Islam di Indonesia. Bisa jadi akar gerakan ini sudah ada sejak masa Kartosuwirjo (penggerak NII, red) dulu. Karena lama tidak terlihat, maka gerakan ini sepertinya sangat baru di Indonesia. Tapi saya kira gerakan Islam Radikal tidak ada di Indonesia.

Bisa dijelaskan lebih lanjut?

Pasca runtuhnya Uni Sovyet, AS ingin menjadi satu-satunya kekuatan di dunia. AS melihat Islam sebagai salah satu rintangannya. Di sinilah letak kesalahan AS. Secara tidak sengaja AS telah menjadikan kelompok-kelompok Islam yang sebenarnya tidak bisa bersatu, akhirnya menjadi bersatu melawan AS. Ada perasaan kejiwaan di orang Islam, bila mereka adalah bagian dari komunitas Islam di lain tempat.

Perasaan bagian dari Islam ini tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Revolusi Syiah di Iran. Setelah peristiwa itu, di semua negara-negara Islam atau berkomunitas Islam, gerakan penentangan terhadap penguasa yang despotik tengah bermunculan, termasuk di Indonesia. Meski mayoritas Sunny, gerakan Revolusi Iran itu membawa perubahan yang cukup mendasar bagi Islam di Indonesia.

Jadi gerakan Islam Radikal benar-benar ada di Indonesia?

Gerakan Islam Radikal memang pernah ada. Tapi saat ini gerakan itu sudah tidak ada lagi. Sebab gerakan Islam Radikal itu dipenuhi dengan semangat fanatisme Islam dan penuh dengan nuansa ideologis Islam. Tapi itu tidak lagi ditemukan saat ini.

Jika begitu, siapa mereka?

Sejauh pengamatan saya, di negeri ini sekarang hanya ada radikalisme yang dibayar. Sebab meski diliputi nuansa kejiwaan sesama Islam, dalam sejarah Indonesia sulit sekali menjalinkan solidaritas fanatik. Karena itu tidak bisa dikatakan mereka itu kelompok Islam Radikal. Mereka ini baru akan bekerja jika diperintahkan oleh bos, pemilik dana yang membayar mereka. Jika disuruh berhenti, saya kira mereka akan berhenti.

Dulu kita pernah mengenal Pemuda Pancasila. Kelompok ini telah banyak berjasa untuk penguasa, meski penguasa sendiri saat itu tidak mau mengakuinya. Saat ini posisi Pemuda Pancasila di digantikan kelompok-kelompok yang berbaju Islam. Mereka itu para preman yang dibayar untuk membuat kerusuhan. Hampir semua kelompok saat ini punya preman sendiri. Ini suatu gejala yang berbahaya.

Apa ada kekuatan di dalam TNI yang menjadi bos mereka?

Secara kelembagaan TNI tidak terlibat. Tapi keterlibatan faksi-faksi di TNI bisa saja terjadi. Setelah citra TNI memburuk di mata masyarakat, maka TNI ingin merubah image itu. Keinginan ini dimanfaatkan faksi-faksi tertentu dengan membuat kerusuhan di sana-sini. Saya menyebutnya dengan ‘memadamkan teror dengan teror’. Para preman dan kelompok yang saya sebut dengan radikalisme bayaran itu yang dipakai.

About Apriansyah Bintang

Turut mendiskusikan mispersepsi terhadap Islam dengan hikmah dan mau'izhah hasanah. مناقش أي سوء الفهم للإسلام بالحكمة والموعظة الحسنة Also discuss any misperceptions of Islam with wisdom and good advice.

Posted on 26 Februari 2010, in Diskursus Islam and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. memang gitu mas kenyataannya banyak yang fitnah terhadap Islam……

  2. kalu saya lihat malah ini settingan orang yahudi dan nasrani untuk menjatuhkan Islam dan umatnya…

Silakan komentar bro...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: