TERORIS ATAU INTELIJEN?


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum

Ah saya gak yakin bom-bom yang ada di Indonesia semua dari Nur Din bin M. Top. Sangat tidak masuk akal. karena Islam jelas-jelas mengharamkan membunuh seseorang tanpa hak. yang berhak menghilangkan nyawa seseorang hanyalah pemerintah yang telah mendapatkan hak melalui konstitusi. Demikian pula halnya di dalam Islam, yang berhak menghilangkan nyawa seseorang adalah pemerintah melalui tangan Qadhi atau Hakim di Mahkamah/Pengadilan.

Hal ini sangat jelas tersurat dan tersirat di dalam al-Qur’an dan al-Sunnah serta kitab-kitab klasik yang lurus.

Bahkan Rasulullah saja mengharamkan membunuh orang yang mendapatkan legitimasi untuk dibunuh di dalam perang apabila dia sudah menyerah. Dan Beliau juga melarang untuk membunuh wanita, anak-anak, orang tua, rohaniawan (non militer, dan non combat), hewan-hewan serta fasilitas ibadah dan umum.

Saya sangat yakin mereka (kalau betul muslim yang “ngaji”) pasti mengetahui hadits-hadits tersebut.

Bahkan di dalam al-Qur’an sendiri Allah berfirman:

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu tapi jangan berlebihan karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan!” (Al-Baqarah: 190).

Asbabunnuzul ayat ini adalah pembangkangan terhadap pelaksanaan perjanjian Hudaibiyah dan ditabuhnya genderang perang oleh kaum musyrikin (bukan motif agama juga ternyata, tapi motif kekuasaan dan materialitas).

Artinya, dalam keadaan seperti ini, Alquran menamakannya sebagai al qital fi sabiilillah. Rasulullah SAW pernah ditanya tentang definisi al-jihad fi sabilillah, beliau menjawab dalam sabdanya,”Barang siapa berperang agar kalimatullah hiya al’ ulya, maka dia telah menempuh jalan Allah/fi sabilillah.”

Dari ayat di atas pula (Al-Baqarah:190), ulama kemudian ittifaq (sepakat) bahwa perang membela agama hukumnya wajib bagi setiap mukallaf, yang sah untuk di-khitab-i, dan dinilai mampu
untuk melakukannya. Hukum wajib ini dikuatkan pula dalam ayat kutiba ‘alaikumul qitaal (telah diwajibkan atas kalian untuk berperang). (Dr Ali Thoha Rayyan, ayat Al-Ahkam)

CELAKANYA, oknum-oknum muslim radikal dan teroris (kalau ada dan benar), mereka menggunakan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits Nabawi seenak tafsiran mereka. Tanpa merujuk kitab-kitab yang mu’tamad (yang dijadikan pegangan kebanyakan ulama di dunia), mereka menafsirkan ayat-ayat dan hadits di bawah ini seenaknya.

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan darimu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. (QS AT TAUBAH:123)

Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka (QS AT TAHRIM:9)

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS ASH SHAFF:4)

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari akherat, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (QS AT TAUBAH:29)

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah (QS AL ANFAL:39)

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (QS AN NISAA’:76)

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh (QS AL ANFAL:65)

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS AL BAQARAH:216)

Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar. (QS AN NISAA’:74)

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.” (QS AN NISAA’:75)

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS ALI IMRAN:146)

Dari Ibnu Umar ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Aku
diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi
bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad
sebagian utusan Allah, kemudian menegakkan sholat, dan membayar
zakat. jika mereka melakukan semuanya maka darah dan harta mereka
terlindungi kecuali karena suatu hak dalam Islam, serta hisab mereka
disisi Allah”. (Lihat: ash-Shahihah No. 409)

SAUDARA-SAUDARAKU,

Ayat-ayat ini pula yang dipelintir dan menjadikan pemuda-pemuda yang ghirah keislamannya baru muncul kemudian “tertipu” oleh “surga karena syahid” yang salah jalan ini. Bukan cuma itu, tapi pemerintah juga mempunyai kesalahan, yaitu ketidak adilan.

Selama ini, mulai dari Daud Beureuh di Aceh mau menjadikan Aceh sebagai bagian Indonesia dengan syarat di Aceh harus menerapkan syariat Islam, lalu dengan diplomasi busuknya sukarno menipu rakyat aceh, bahkan ibukota banda aceh dipindahkan ke Medan sumatera Utara (sekarang) setelah Aceh berkorban untuk kemerdekaan Indonesia dan menyumbang emas dan 2 pesawat terbang pertama di Indonesia. Perasaan umat Islam telah disakiti.

Pada masa Soeharto umat Islampun disingkirkan, pemerintah menggunakan pendekatan kekerasan terhadap perbedaan pendapat, khususnya terhadap umat Islam. Sehingga tidak segan-segan membunuh umat Islam sendiri. Karena pmerintah dengan intel-intelnya (saya rasa) menerima pesanan dari Barat). Lagi-lagi umat Islam tersakiti.

Pada masa Gusdur dan megawati juga begitu, mereka dengan mudahnya terbawa stigma Islam, radikal dan teroris. Sehingga yang dimenangkan adalah kelompok oknum muslim Liberal. Lagi-lagi umat Islam tersakiti.

Sekarang pada masa SBY juga demikian, mereka lebih memilih membela Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya serta menangkap orang yang kontra aliran sesat dengan sungguh-sungguh. Ketika bom kuningan meledak yang ke dua kalinya, maka dengan cepat stigma teroris mengarah pada Umat Islam. Lagi-lagi umat Islam tersakiti.

Apalagi “kesempurnaan” ini diperkuat dengan munculnya stigma Teroris bagi bangsa Palestina yang muslim, Iraq, Iran, Afghanistan, padahal mereka hanya membela diri dalam merebut tanah air. Sama seperti bangsa Indonesia yang merebut tanah air kita dari Belanda dan Jepang. Lagi-lagi umat Islam tersakiti.

Ditambah apabila ada kerusuhan, pemboman, bunuh diri di negara lain seperti di Israelvs Palestina, Serbia vs Bosnia, China vs Uighur, thailand dan myanmar vs muslim minoritas, yang jelas-jelas mereka membunuhi umat Islam dengan sangat kejam akan tetapi STIGMA TERORIS tidak ada pada mereka, dan terkesan mereka dibiarkan membantainya. Lagi-lagi umat Islam tersakiti.

Maka Saudara-saudaraku, jika masalah terorisme ini ingin segera selesai, jadilah penguasa di Indonesia dan dunia (khususnya Amerika dan sekutunya) tidak mendeskreditkan Islam sebagai agama, dan tidak memandang curiga kepadana, serta hak-hak mereka diberikan, jangan dianak tirikan, pahamilah mereka dengan hati, bukan dengan tangan. Saya sangat yakin, sekeras apapun hati manusia jika disentuh dengan kelembutan yang proporsional pastilah akan mencair dan berjalan di jalan yang lurus.

Dan kepada umat Islam, ingatlah bahwasanya Islam itu damai, maka sebarkanlah Islam dengan perdamaian sebagaimana Walisongo yang sukses Mengislamkan Indonesia dengan perdamaian, dengan cara politik, sosial, ekonomi, budaya. Hal ini pulalah yang menjadikan Islam mudah tersebar di seantero alam, karena Nabi Muhammad dan para sahabat menyebarkan Islam dengan cara perdamaian, dan apabila berperang itu hanyalah cara terakhir, itupun apabila dipandang mengancam persatuan negara Islam pada saat itu.

Kepada non Islam, janganlah kalian menjelak-jelekkan Islam hanya karena kalian benci sebab efek dari stigma Barat terhadap Islam. Pelajari Islam dengan baik, tak kenal maka tak sayang. Namun jika kalian telah mempelajari Islam dan kalian tidak tertarik itu adalah hak kalian, akan tetapi janganlah kalian nodai agama Islam dengan hal-hal yang membuat kotor hati kalian. Lakum dinukum Waliadin=Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

Kepada seluruh umat dan diri saya, bertaubatlah kepada Allah, karena sesungguhnya kematian sangat dekat, dan yang terbaik diantara kalian adalah umat Islam yang bertakwa, umat Islam yang paling banyak memberikan kontribusi kepada manusia, bukan yang paling banyak menghina umat lain, atau membunuh umat lain. Sebarkanlah Islam dengan hikmah dan mau’izhah hasanah jika di negara damai akan tetapi jika di negara perang, KALAU MEREKA JUAL KITA BELI, SEKALI MAJU PANTANG MUNDUR, Allahu Akbar.

TAPI INGAT JANGAN BERLEBIHAN, KARENA ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG YANG BERLEBIHAN. SEBAIK-BAIKNYA PERKARA ADALAH PERTENGAHAN/KEADILAN.

Atau jangan jangan ini kerjaan intelejen Israel Mosad, FBI/CIA atau sejenisnya? jika benar semoga Allah menghancurkan mereka dan bala tentaranya. Akan tetapi jika terorisme ini hanya berasal dari oknum muslim yang kurang memahami Islam dengan dalam, maka hendaknya mereka meminta maaf kepada para korban, bertaubat (semoga Allah mengampuninya), dan menyerahkan diri kepada aparat. Dan semoga mereka dan guru-guru mereka ditunjukkan Allah ke jalan yang lurus. Amin.

Maaf atas segala kesalahan dan kebodohan. Wassalamu’alaikum

Hamba Allah.

About Apriansyah Bintang

Turut mendiskusikan mispersepsi terhadap Islam dengan hikmah dan mau'izhah hasanah. مناقش أي سوء الفهم للإسلام بالحكمة والموعظة الحسنة Also discuss any misperceptions of Islam with wisdom and good advice.

Posted on 26 Februari 2011, in Diskursus Islam and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. sepertinya, intelejen + kafir itu satu indung kalu sekarang…

Silakan komentar bro...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: