PASAR UANG, BURSA VALUTA ASING & KEUNTUNGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN


BAB I

PENDAHULUAN

Siapapun dia dalam mengarungi kehidupan ini pastilah menemukan berbagai permasalahan, baik yang menyangkut individu maupun sosial yang harus jelas keterangan hukumnya, apakah halal atau haram.

Dalam hal ini, ada baiknya penulis mengcopy paste makalah yang penulis buat dahulu waktu di kampus yang ada kaitannya dengan Pasar Uang, Bursa Valuta Asing dan Keuntungan Saham Pada Perusahaan. Maka dengan segala kekurangan yang ada penulis mencoba menjelaskannya. Kesempurnaan hanyalah milik Allah.

BAB II

PASAR UANG (MONEY MARKET)

Secara definitif terminologis pasar uang berarti pasar untuk perdagangan (uang, pen) jangka pendek, beberapa surat berharga dengan jangka waktu tidak melebihi 360 hari.[1] Bahasa mudahnya, pasar uang adalah tempat penjualan uang (money market), seperti uang Rupiah dengan US Dollar dan seterusnya.

Pasar memainkan peranan yang penting dalam sistem ekonomi bebas. Dalam sistem kapitalis yang menitik beratkan pada sistem liberal, pasarlah yang menentukan jenis dan jumlah komoditi (termasuk uang). Dalam sistem pasar yang demikian, konsumen merupakan faktor terpenting yang menentukan kedudukan pasar tersebut.[2]

Money market biasanya dilakukan diatas transaksi sebuah kertas/surat berharga, yang mana surat tersebut bisa diperdagangkan. Dibawah ini adalah contoh surat berharga pasar uang:[3]

1. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

Dalam arti yang luas, surat berharga pasar uang (SBPU) adalah semua surat pengakuan hutang dalam pasar uang yang dapat diperdagangkan, baik yang berbunga tetap, berbunga mengambang atau tidak berbunga (seperti zero coupon bond). Contohnya antara lain Nota Kesanggupan (promissory note), Kertas (saham) yang Dikomersilkan (commercial paper), Surat Hutang (obligation), sertifikat deposito, Dukungan  (kerjasama) Bankir (banker’s acceptance), Nota Harga Perkembangan (floating rate note), Nota Perjanjian Medium (medium term note) dan lain-lain.

2. Commercial Paper (CP)

Commercial Paper adalah surat pengakuan hutang tanpa jaminan yang diterbitkan oleh perusahaan bukan bank, berjangka waktu pendek dan dapat diperdagangkan melalui bank atau perusahaan sekuritas dengan menggunakan sistem ‘true discount’. Berhubung tanpa jaminan, seandainya ada bank yang memiliki Commercial Paper tanpa proses pentaksiran (rating), maka investasi tersebut akan dikategorikan sebagai aset dengan kolektibilitas tidak lancar.

3. Exchange Offer Loan (EOL)

Exchange Offer Loan adalah suatu program penukaran pemenuhan hutang (eligible debt) dengan ‘pinjaman baru’ (new loan) yang dijamin oleh Bank Indonesia. Bunganya dibayar setiap setengah tahun (semiannually). Dalam hal ini, Bank Indonesia bertindak sebagai ‘guarantor’, sedangkan bank-bank pemerintah dan bank-bank swasta nasional tersebut bertindak sebagai ‘obligor’.

a.  PROSES TRANSAKSI

                Proses transaksi untuk ketiga macam instrumen pasar uang tersebut di atas, secara singkat dapat kami jelaskan sebagai berikut:

  1. Transaksi dapat dilakukan melalui telepon dan segera sesudah itu dikonfirmasikan melalui Reuter Money Dealing System (RMDS) dan berita Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT). Khusus untuk transaksi Exchange Offer Loan (EOL), kedua belah pihak, yakni yang membeli EOL dan yang memindahtangankan EOL juga harus sama-sama menandatangani Maklumat Pengangkatan (Notice of Assignment) yang isinya sudah distandarisasi.
  2. Sesudah terjadi transaksi, dana dikirim ke rekening penjual surat berharga pada tanggal settlement oleh pembeli surat berharga.
  3. Surat-surat berharga yang dibeli biasanya diverifikasi keabsahannya dan kemudian di simpan oleh Bank Pengawas (custodian  bank) dari si pembeli.
  4. Pada tanggal pembayaran bunga, bunga akan dikirim ke rekening pembeli surat berharga (bisa juga diterima di custodian  bank dari si pembeli).
  5. Pada waktu surat berharga jatuh tempo, penerbit (issuer) surat berharga akan mengembalikan dana ditambah bunga (jika ada) kepada pembeli surat berharga (bisa juga melalui custodian  bank).
  6. Surat berharga yang telah jatuh tempo akan dikirim kembali (bisa juga oleh custodian  bank) kepada penerbit surat berharga.

b.  KEUNTUNGAN PARA INVESTOR:

Keuntungan yang paling utama adalah untuk penggolongan (diversifikasi) resiko investasi. Selain itu, dengan melakukan perdagangan surat-surat berharga tersebut, seringkali si pelaku dapat memanfaatkan perbedaan harga dalam beli/jual dan memperoleh keuntungan yang tidak sedikit.

c. HUKUM PASAR UANG

Seorang Ulama sekaligus dosen senior UIN dalam mata kuliah Masail Fiqhiyah, M. Ali Hasan berpendapat,[4] bahwa Pasar Uang (Money Market) adalah mu’amalah yang diperkenankan. Karena, hal ini tidak ada bedanya dengan berdagang yang suatu saat harga komoditasnya bisa bertambah dan berkurang.

Sedangkan menurut penulis, hukum pasar uang adalah wajib bagi umat Islam. Sebab jika diharamkan maka yang menguasai pasar uang adalah non Islam. Artinya ekonomi dunia akan ada dibawah genggaman non Islam, dan sangat mudah bagi mereka untuk ‘melumatkan’ dan ‘meluluhlantahkan’ umat Islam yang lemah secara Ekonomi. Inilah yang diwanti-wanti oleh Rasulullah saw dalam sabdanya:

المُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلىَ اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ (الحديث)

“Muslim yang kuat adalah lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada muslim yang lemah. (al-Hadits)[5]

Artinya Rasulullah memerintahkan kita untuk kuat secara jasmani (sandang, pangan dan papan) maupun ruhani (islam, iman dan ihsan). Jadi, selagi Pasar Uang lebih banyak positifnya dari negatifnya maka hal itu diperkenankan.

 

BAB III

BURSA VALUTA ASING

                Bursa artinya tempat memperjual belikan saham (obligasi dan surat berharga lainnya), sedangkan valuta asing artinya nilai mata uang asing.[6] Jadi Bursa Valuta Asing ialah tempat memperjualbelikan saham dan mata uang asing (foreign exchange).

Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional, maka setiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri, yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia akan memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.[7]

Dengan demikian akan timbul penawaran dan permintaan devisa di Bursa Valuta Asing. Setiap negara (dan para spekulan, pen) berwenang penuh untuk menetapkan kurs[8] uangnya masing-masing. Namun kurs uang tersebut bisa berubah-ubah tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing. Kalau di Indonesia, maka tepatnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Kelebihannya adalah sama dengan berdagang, bisa untung yang sangat besar tergantung pasar dan standar kekuatan ekonomi negara tersebut. Kekurangannyapun tak kalah hebat. Seperti kasus Bali.

Tindakan biadab teroris dengan meledakkan bom di Bali baru-baru ini punya dampak yang sangat luas di bidang ekonomi. Dampak yang paling nyata di bidang ekonomi adalah hancurnya sektor pariwisata di Bali yang selama ini punya sumbangan yang sangat besar pada perekonomian nasional.

Sumbangan terbesar pariwisata adalah pada perolehan devisa dari kegiatan belanja para turis asing. Devisa atau valuta asing ini sangat diperlukan untuk stabilisasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang merupakan prasyarat penting untuk pemulihan ekonomi.

Pada saat stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah mulai kelihatan akhir-akhir ini, yang tampak dari gejolak kurs rupiah terhadap dolar AS yang relatif kecil, yang sebagian besar disumbang oleh perolehan devisa dari pariwisata di Bali tiba-tiba terjadi ledakan bom. Hal tersebut jelas akan menyurutkan wisatawan asing datang ke Bali. Dan akhirnya bisa dipastikan bahwa perolehan devisa akan merosot tajam, sehingga upaya stabilisasi kurs rupiah terhadap dolar AS akan sangat mengalami kesulitan.

Dampak negatif secara ekonomi yang berikutnya adalah pelarian modal asing yang selama ini sudah terjadi akan semakin bertambah besar. Hal ini lagi-lagi akan menyebabkan tekanan terhadap kurs rupiah terhadap dolar AS. Besarnya pelarian modal asing dari Indonesia sebenarnya memang sudah terjadi tahun 1998 sampai 2002 yang tercermin dari makin membesarnya defisit neraca modal di neraca pembayaran internasional Indonesia.

Kalau pada tahun 1998 defisit neraca modal Indonesia mencapai 3,9 miliar dolar AS, maka pada tahun 1999 menjadi 4,6 miliar dolar AS. Angka tersebut membengkak lagi menjadi 6,8 miliar dolar AS pada tahun 2000. Pada tahun 2001 naik kembali menjadi sekitar 7 miliar dolar AS. Dan pada tahun 2002, tanpa memperhitungkan dampak ledakan bom, diperkirakan sudah mencapai sekitar 8 miliar dolar AS.[9]

A.  MODAL ASING

Bila dirinci maka modal asing yang masuk ke Indonesia terbagi dalam modal swasta dan modal pemerintah. Modal swasta bisa dibagi lagi ke dalam, pertama, modal asing yang ditanamkan dalam investasi portofolio atau kegiatan spekulasi di pasar uang (jual-beli valuta asing atau saham di bursa saham dan deposito dolar dalam jangka pendek misal 1 bulanan).

Kedua, modal swasta asing yang ditanamkan dalam kegiatan investasi langsung atau dikenal dengan istilah Penanaman Modal Asing (PMA). Dan ketiga, modal swasta asing yang dipinjamkan dalam bentuk utang luar negeri atau hibah.

Sedangkan modal asing dari pemerintah mancanegara sebagian besar, kalau tidak boleh dikatakan semuanya, ditanamkan dalam bentuk pinjaman atau utang luar negeri dan hibah.

Ledakan bom di Bali akan menyebabkan modal swasta untuk kegiatan spekulasi di pasar valuta asing dan pasar modal akan lari. Ketika isu Indonesia sarang teroris maka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta terus melorot. Selama sepekan lalu (sampai Sabtu 12 Oktober) IHSG di Bursa Efek Jakarta rata-rata turun 7,2 persen. Turunnya IHSG ini menandaskan bahwa investor asing mulai menarik dananya dari BEJ dengan menjual saham-saham yang dimiliki karena faktor keamanan. Dan sangat bisa diperkirakan setelah terjadinya bom IHSG akan “terjun bebas”.[10]

Demikian pula orang asing yang memegang deposito jangka pendek maupun tabungan dalam bentuk dolar akan segera mentransfer deposito atau tabungan dolar AS-nya ke luar negeri. Ini artinya cadangan devisa yang dimiliki Indonesia akan makin menipis. Sedangkan dampak pengeboman pada penanaman modal asing (PMA) adalah perusahaan asing yang sudah mengajukan izin pendirian perusahaan akan berpikir ulang untuk merealisasikan investasi atau penanaman modal tersebut. Ada kemungkinan juga PMA yang sudah di Indonesia akan mencabut usahanya dan memindahkannya ke negara lain. Kalau ini sampai terjadi maka biaya yang ditimbulkan tidak sedikit, antara lain hilangnya kesempatan kerja, pendapatan pemerintah dari pajak dan devisa.

B. HUKUM BURSA VALUTA ASING

Menurut Dr. M. Umer Chapra, valuta asing dapat diperkenankan, karena terbukti sangat bermanfaat bagi negara-negara berkembang.[11]

Sedangkan menurut penulis, bursa valuta asing boleh hukumnya, karena telah memenuhi Rukun jual beli (ijab, qabul, barang yang bernilai), dan syarat jual beli (kedua belah pihak telah dewasa dan sehat akalnya, suci, berbenefit, telah dimiliki si penjual, mampu untuk merawatnya, mengetahui perihal barang yang dijual/hendak dibeli, keadaan barang telah dikuasai,[12] dan yang terakhir, khusus buat baluta asing adalah tunai.[13] Tunai disini tergantung kebiasaan daerah masing-masing. Hal ini untuk memperkcil kemungkinan tertipunya keduabelah pihak.

Sedangkan jual beli obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan yang tidak menginvestasikan dalam pembangunan proyek-proyek produktif, tetapi dimanfaatkan dana yang terkumpul untuk kegiatan riba (kredit dengan sistem bunga), maka tidak boleh menurut agama.[14] Akan tetapi ada pendapat yang memperkenankan kredit dengan sistem bunga.[15] Asalkan saling ridha (An Taradhin).[16]

BAB IV

KEUNTUNGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN

Saham adalah tanda bukti penyertaan/penyetoran modal dalam suatu perusahaan/PT.[17] Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia -sebagaimana yang dikutip M. Ali Hasan-,[18] saham artinya “serta atau sero”. Secara definitif, saham ialah surat bukti bagi persero dalam perseroan terbatas (PT). Menurut Prof. Dr. Rachman Soemitro, SH. Saham ialah suatu tanda ikut serta dalam modal perseroan.

Ulama Johor (Malaysia) mendefinisikan, Saham adalah wang yang dilaburkan di dalam syarikat atau perniagaan. Ia adalah sebagai bukti pemilikan sesebuah perniagaan.[19]

Sedangkan menurut keputusan Presiden RI N0. 60/1988 tentang pasar modal, pasal 1 ayat 3: “Saham adalah surat berharga yanng merupakan tanda penyertaan modal pada perseroan terbatas sebagaimana diatur dalam kitab Undang-undang Hukum Dagang (Staatblad Tahun 1847 No. 23)”.

Sedangkan perusahaan adalah sebuah kesatuan yang rersmi yang memiliki identitas tersendiri yang membedakan antara pemegang saham dan kreditur. Perusahaan terus baerlangsung adanya walaupun telah berubah dan hanya dapat dibubarkan secara resmi oleh lembaga yang berwenang. Perusahaan mempunyai nama yang jelas sehingga dapat melakukan tuntutan maupun dituntut, dan mempunyai sertifikat umum.[20]

A.  PENGGOLONGAN SAHAM

Ditinjau dari cara peralihannya maka saham dibedakan menjadi:

a.1.  Saham atas unjuk (bearer stock)

Diatas sertifikat saham ini tidak tercantum nama pemiliknya sehingga untuk menglihkan atau memindahkan saham ini kepada orang lain lebih mudah karena sifatnya mirip dengan uang.

Bagi siapa saja yang memegang sertifikat saham ini dianggap sebagai pemilik dan berhak untuk mengalihkannya, berhak atas pembagian deviden dan berhak untuk hadir serta mengeluarkan suara dalwn Rapat Umu.Tn Pemegang Saham (RUPS).

a.2.  Saham atas nama (registered stock)

Diatas sertifikat saham ini ditulis nama pemiliknya sehingga cara peralihannya harus memenuhi suatu prosedur tertentu yaitu dengan akta/dokumen peralihan dan kemudian nama pemiliknya dicatat dalam buku perusahaan yang khusus memuat daftar nama pemegang saham.  Bila sertifikat saham ini hilang pemiliknya dapat memintakan penggantian karena namanya telah tercantum dalam buku perusahaan.

a.3. Ditinjau dari segi hak tagih (klaim) maka saham digolongkan menjadi;

a.3.1.  SAHAM BIASA (common share/stock)

Selalu muncul dalam setiap struktur modal saham PT, namun saham preferen tidak demikian halnya.  Saham biasa menempatkan pemiliknya paling yunior terhadap pembagian dividen dibandingkan saharn preferen.  Demikian pula terhadap hak atas harta kekayaan perusahaan setelah dilikuidasi.

a.3.2.  SAHAM PREFEREN (preferred share/stock)

Praktek di Amerika, pemegang saham preferen adalah merupakan partner yang diam karena mereka tidak mempunyai hak suara dalam menentukan manajemen perusahaan.  Sedangkan di Indonesia semua pemegang saham memiliki hak suara tidak saja untuk pemegang saham biasa tetapi juga untuk pemegang saham preferen, seperti untuk mengangkat atau memberhentikan anggota direksi dan dewan komisaris.

Hak-hak yang melekat pada pemegang saham biasa:

  1. Hak untuk memilih pengurus (Direksi dan Dewan Komisaris).
  2. Hak untuk memperoleh deviden yang sudah ditetapkan dalam RUPS (Direksi mengusulkan).
  3. Hak untuk mengalihkan kepemilikan (PT.  Terbuka).
  4. Hak untuk mengeluarkan pendapat/ hak suara apabila terjadi voting (one share one vote). psl. 72 UUPT.
  5. Hak untuk memperoleh sisa pembagian kekayaan perusahaan bila dilikuidasi.

a.3.2.1.  MACAM-MACAM SAHAM PREFEREN :

Berdasarkan tahapan preferensi First preferred (prior preferred) adalah hak paling dulu dibandingkan yang lain. Second prefered adalah hak kedua setelah yang sebelumnya.

  1. Non-participating preffered. “$ 100 par value, 5 % preferred” dividen tidak lebih dari $5 (dari nominal bukan profit).
  2. Participating preferred. Partisipasi terhadap sisa laba setelah dibagi, baik prefered maupun  saham biasa (common stock).
  3. Cumulative preferred. Dividen akan dijumlahkan pada tahun berikut apabila tahun ini belun bisa bayar dividen.
  4. Non-cumulative preferred. Dividen tidak dijumlahkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
  5. Convertible preferred. Dapat ditukarkan dengan saham biasa pada saat tertentu diumumkan oleh perusahaan.

a.3.2.2. BENEFIT SAHAM

Ali Hasan berpendapat,[21] bahwa benefit saham dapat dilihat dari dua aspek, emiten dan pemodal.

Pertama, manfaat bagi emiten, saham merupakan penyandang dana. Sedang dana itu diperlukan olehnya guna melaksanakan pembangunan sarana usaha, pelebaran ‘sayap’ perusahaan atau kepentingan lainnya yang berkaitan dengan perusahaan (PT) atau pemerintah.

Kedua, saham bermanfaat bagi pemodal untuk menanamkan dana sbagai alternatif investasi.

B. HUKUM SAHAM

Hukum saham secara positif atau syari’ah Islamiyah 80 % mempekenankan. Antara lain ialah pendapat Afzalur Rahman, Al-Sayid Sabiq, Dr. Yusuf Qardhawi, Prof. Dr. Masjfuk Zuhdi, M. Ali Hasan, H. Munawar Syadzali, M.A, Drs. Marzuki Usman, ‘Abdurrahman Isa, Adi Sasono, penulis sendiri dan seterusnya.

Sedangkan yang memakruhkan atau bahkan mengharamkannya ialah: Dr. M. Umer Chapra, H. Mas Agung, Dr. H. Peunoh Daly, KH. Ali Yafie, Dr. H. Ali Akbar, Maulana Muhammad Taqi Amini, dan seterusnya.

 

BAB V

KESIMPULAN DAN PENUTUP

             Dapat disimpulkan, bahwasanya Pasar Uang, Bursa Valuta Asing dan Keuntungan Saham Pada Perusahaan adalah perkara yang tidak dilarang di dalam agama, meskipun ada yang berpendapat tidak demikian. Namun jika dilihat dengan jernih, maka segala sesuatu yang lebih banyak positif dari pada negatifnya maka hal itu diperkenankan.

Dengan berbagai uraian di atas tentunya terdapat banyak kekurangan dan kekhilafan dalam penulisan yang berasal dari kekurangan penulis akan literatur atau pemahaman penulis yang belum sampai pada standar. Untuk demikian kesempatan pembaca untuk berpartisipasi untuk melengkapi kekurangan tersebut. Mohon maaf lahir batin.

———-0O0———-

BAB VI

BIBLIOGRAFI

al-Baihaqi, Abu Bakr Ahmad bin al-Husain, Sya’b al-Iman, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1410 H, cet. I, vol. I.

al-Basati, Muhammad bin Hibban bin Ahmad Abu Hatim al-Tamimi, Shahih Ibn Hibban, Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 1414 H/1993 M, cet. II, vol. XIII.

al-Naisaburi, Muslim bin al-Hajjaj Abu al-Husain al-Qusyairi, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, t.t., cet. —, vol. IV.

al-Nasa’i, ِAhmad bin Syu’aib Abu ‘Abd al-Rahman, al-Sunan al-Nasa’i, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1411 H/1991 M, cet. I, vol. VII.

al-Syaibani, Ahmad bin Hanbal Abu ‘Abd Allah, Musnad Ahmad, Mesir: Mu’assasah Cordoba, t.t., cet. —, vol. II.

al-Tamimi, Ahmad bin ‘Ali bin al-Matsna Abu Ya’la al-Moshuli, Musnad Abi Ya’la, (Damaskus: Dar al-Ma’mun Li al-Turats, 1404 H/1984 M), cet. I, vol. XI.

Alex Rosue dan Happy Setoyo, Kamus Keuangan dan Perbankan, Jakarta: PT Halirang, 1995), cet. I.

Chapra, M. Umer, Dr., Islam dan Tantangan Ekonomi, Jakarta: Gema Insani, 2000, cet. I.

Hasan, M. Ali, Masail Fiqhiyah (Zakat, Pajak, Asuransi dan Lembaga Keuangan), Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2000, cet. III.

‘Isa, ‘Abd al-Rahman, Al-Mu’amalat al-Haditsah Wa Ahkamuha, Mesir: Maktabah Mukhaimir, t.t., cet. —.

Qardhawi, Yusuf, Dr., Fatwa Fatwa Kontemporer -Jilid II-, Jakarta: Gema Insani Press, 1995, cet. I.

Rahman, Afzalur, Doktrin Ekonomi Islam, Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Wakaf, 1996, cet. I, vol. IV.

Sabiq, Al-Syaikh al-Sayyid, Fiqh al-Sunnah, Libanon: Dar el-Fikr, 1403 H/1983 M, cet. IV.

Siddiqi, Muhammad Nejatullah, Kegiatan Ekonomi dalam Islam, Jakarta: Penerbit Bumi Eraksa, 1996), cet. II.

Syalabi, Ahmad, Dr., Al-Iqtishad Fi al-Fikr al-Islamiy, Cairo: Maktabah al-Nahdhah al-Mishriyah, 1987.

Syaltut, Al-Imam al-Akbar Mahmud, Al-Fatawa (Dirasah Li Musykilah Fi al-Ma’lam al-Ma’ashir Fi Hayat al-Yaumiyah Wa al-‘Ammah, Cairo: Dar al-Qalam, t.t., cet. III.

Zuhdi, Masjfuk, Prof. Drs. H., Masail Fiqhiyah (Kapita Selekta Hukum Islam), (Jakarta: PT Gunung Agung, 1996), cet. IX.

http://www.investorindonesia.com/whitepapers/references/efek.htm

http://www.johor.net.my/kij/ZAKAT%20SAHAM%20(%20MAIJ%20).htm

http://www.suaramerdeka.com/harian/0210/19/kha1.htm

http://www.detik.com/bisnis/pasar_uang/konsultasi/2001/01/09/20010109135800.shtml

Suara Merdeka, Edisi: Sabtu, 19 Oktober 2002..

———-0O0———-

END NOTE

———————-

 [1]Alex Rosue dan Happy Setoyo, Kamus Keuangan dan Perbankan, h. 188.

[2]Muhammad Nejatullah Siddiqi, Kegiatan Ekonomi dalam Islam, h. 81.

[3]http://www.detik.com/bisnis/pasar_uang/konsultasi/2001/01/09/20010109-135800.shtml

[4]M. Ali Hasan, Masail Fiqhiyah (Zakat, Pajak, Asuransi dan Lembaga Keuangan, h. 111.

[5] Diriwayatkan oleh banyak perawi dengan berbagai bentuk tekstualnya:

  1. HR. Muslim, baca: Shahih Muslim, vol. IV, h. 2052.
  2. HR. Ibn Hibban, baca: Shahih Ibn Hibban,vol. XIII, h. 28.
  3. HR. Al-Nasa’i, baca: al-Sunan al-Nasa’i, vol. VII, h. 160.
  4. HR. Al-Baihaqi, baca: Sya’b al-Iman, vol. I, h. 216.
  5. HR. Ahmad, baca: Musnad Ahmad, vol. II, h. 366.
  6. HR. Abu Ya’la, baca: Musnad Abi Ya’la, vol. XI, h. 230.

[6]Ali Hasan, Masail Fiqhiyah, Op.Cit., h. 110.

[7]Masjfuk Zuhdi, Masail Fiqhiyah (Kapita Selekta Hukum Islam),  h. 139.

[8]Kurs ialah perbandingan nilai mata uang negara terhadap negara yang lain.

[9]Suara Merdeka, Edisi: Sabtu, 19 Oktober 2002. Artikel ini dibuat oleh: Nugroho SBM SE MSP, staf pengajar dan peneliti pada Laboratorium Studi Kebijakan Ekonomi FE Undip.

[10]http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.suaramerdeka.com%2Fharian%2F0210%2F19%2Fkha1.htm&h=32f1c

[11]Umer Chapra, Islam dan Tantangan Ekonomi, h. 308.

[12]Al-Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah, h. 127-129.

[13]Yusuf Qardhawi, Fatwa Fatwa Kontemporer -Jilid II-, h. 586-587.

[14]’Abd al-Rahman ‘Isa, Al-Mu’amalat al-Haditsah Wa Ahkamuha, h. 70-73.

[15]Mahmud Syaltut, Al-Fatawa (Dirasah Li Musykilah Fi al-Ma’lam al-Ma’ashir Fi Hayat al-Yaumiyah Wa al-‘Ammah, h. 351-352.

[16]Ahmad Syalabi, Al-Iqtishad Fi al-Fikr al-Islamiy,h. 112.

[17]http://www.investorindonesia.com/whitepapers/references/efek.htm

[18]Ali Hasan, Masail Fiqhiyah, Loc.Cit., h. 115.

[19]http://www.johor.net.my/kij/ZAKAT%20SAHAM%20(%20MAIJ%20).htm

[20]Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam, vol. IV, h.361.

[21]Ali Hasan, Masail Fiqhiyah, Loc.Cit.

About Apriansyah Bintang

Turut mendiskusikan mispersepsi terhadap Islam dengan hikmah dan mau'izhah hasanah. مناقش أي سوء الفهم للإسلام بالحكمة والموعظة الحسنة Also discuss any misperceptions of Islam with wisdom and good advice.

Posted on 30 April 2011, in Diskursus Islam and tagged . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. [HANYA KOMENTAR CURHAT DARI SEORANG PENGEMBARA]
    Alhamdulillah…
    Pasukan iblis sukses menyesatkan masyarakat, Gembong FreeMason Yahudi dan anteknya berhasil menjajah lahir bathin negeri ini, krisis Inflasi harga kebutuhan pokok meningkat, Penyakit hubungan kelamin merajalela, Korupsi jamaah pejabat menanjak, Jual beli jabatan pemilu berlanjut, Pengurasan sumber daya alam berjalan, Kebodohan berbasis kemiskinan bertambah, dan masih banyak lagi yang semua itu berujung pada pemurtadan rakyat banyak.
    Alhamdulillah…
    Sekarang kita dapat melihat dengan jelas kebobrokan sistem sekular jahiliyah yang selama ini telah kita terapkan dan kita tuhankan, karena kita telah membuang jauh-jauh sistem Islam kaffah ciptaan “Sang Maha Pencipta Sistem” dari kehidupan kita.
    Alhamdulillah…
    Sekarang kita dapat membuktikan kebenaran sabda Nabi Muhammad berikut ini:
    Dari Abdullah bin Umar dia berkata,
    “Rasulullah SAW menghadapkan wajah ke kami dan bersabda:
    “Wahai golongan Muhajirin, lima perkara apabila kalian mendapat cobaan dengannya, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya;
    1. Tidaklah kekejian menyebar di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi terhadap para pendahulu mereka.
    2. Tidaklah mereka mengurangi timbangan dan takaran kecuali mereka akan disiksa dengan kemarau berkepanjangan dan penguasa yang zhalim.
    3. Tidaklah mereka enggan membayar zakat harta-harta mereka kecuali langit akan berhenti meneteskan air untuk mereka, kalau bukan karena hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan diberi hujan.
    4. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan menguasainya.
    5. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan saling memerangi di antara mereka.””
    (HR Ibnu Majah nomor 4009, lafal baginya, dan riwayat Al-Bazar dan Al-Baihaqi, shahih lighoirihi menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib hadits nomor 1761).
    Sekarang manakah diantaranya yang belum terjadi? Masih belum cukup?
    Alhamdulillah…
    Selama generasi kita tidak memurikan tauhid dan tidak menerapkan sistem Islam kaffah (dalam khilafah), maka insyaAllah generasi penerus kita juga dapat langsung membuktikannya juga.
    Alhamdulillah…
    ________________
    “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. 4:147)
    “Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (Q.S. 40:61)

  2. tulisannya manarik dan mencerahkan,,,
    saya mau bertanya tentang spekulan pasar uang, dengan jumlah sgt besarnya peredaran uang di pasar uang, konon katanya sampai triliunan usd perhari, apakah spekulan dapat atau mampu mengerakan harga pasar, selain-lain indikator ekonomi?
    terimakasih

Silakan komentar bro...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: