Janji Bertemu di Surga (kisah pemuda-pemudi yang menjaga kehormatannya)


باب من عف في عشقه عن مواقعة الحرام وراقب الله تعالى التماس جزيل الثواب

حدثنا أبو العباس محمد بن يزيد المبرد عن ابن أبي كامل، عن إسحاق بن إبراهيم، عن رجاء بن عمرو النخعي قال:

————————————————————————————————–      

       كان بالكوفة فتى جميل الوجه شديد الاجتهاد ، وكان أحد الزهاد فنزل في جوار قوم من النخع ، فنظر إلى جارية منهن جميلة فهويها (1) ، وهام به عقله ، ونزل بها مثل الذي نزل به ، فأرسل يخطبها من أبيها ، فأخبره أبوها أنها مسماة لابن عم لها.

 فلما اشتد عليهما ما يقاسيان من ألم الهوى أرسلت إليه الجارية : قد بلغني شدة محبتك لي ، وقد اشتد بلائي (2) بك لذلك مع وجدي بك ، فإن شئت زرتك ، وإن شئت تسهلت لك أن تأتيني إلى منزلي.

        فقال للرسول : ولا واحدة من هاتين الخلتين ، إني أخاف إن عصيت ربي عذاب يوم عظيم ، أخاف نارا لا يخبو سعيرها ، ولا يخمد لهبها.

 فلما انصرف الرسول إليها فأبلغها ما قال قالت : وأراه مع هذا زاهدا يخاف الله ، والله ما أحد أحق بهذا من أحد ، وإن العباد فيه لمشتركون ، ثم انخلعت من الدنيا وألقت علائقها خلف ظهرها ، ولبست المسوح (3) ، وجعلت تتعبد ، وهي مع ذلك تذوب وتنحل حبا للفتى وأسفا عليه حتى ماتت شوقا إليه فدفنت.

         فكان الفتى يأتي قبرها فيبكي عندها ، ويدعو لها ، فغلبته عينه ذات يوم على قبرها فرآها في منامه وكأنها في أحسن منظر ، فقال : كيف أنت ، وما لقيت بعدي ؟ فقالت : نعم المحبة يا حبيبي ، أحبك حبا يقود إلى خير وإحسان ، فقال : على ذلك إلام صرت ؟ فقالت : إلى نعيم وعيش لا زوال له ، في جنة الخلد ، ملك ليس بالفاني ، فقال لها : اذكريني هناك ، فإني لست أنساك ، فقالت : ولا أنا والله أنساك ، ولقد سألت قربك مولاي ومولاك ، فأعني على ذلك بالاجتهاد ، ثم ولت مدبرة ، فقال لها : متى أراك ؟ قالت : ستأتينا عن قريب فترانا ، فلم يعش الفتى بعد الرؤيا إلا سبع ليال حتى مات.

__________

(1) الهوى : كل ما يريده الإنسان ويختاره ويرضاه ويشتهيه ويميل إليه

(2) البلاء : الاخْتِبار بالخير ليتَبَيَّن الشُّكر، وبالشَّر ليظْهر الصَّبْر

(3) المسوح : جمع مِسْح ، وهو كساء غليظ من الشعر

 

TERJEMAH BEBAS:


Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar.

Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya: “Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan “mengunjungimu” atau aku akan “mempermudah” jalan bagimu untuk datang “menemuiku” di rumahku.”

Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, “Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, “sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar.” (Yunus:15)

” Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.” jawab sang pemuda.

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata: “Subhanallah, meskipun cintanya membara padaku akan tetapi dia masih takut kepada azab Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertakwa (takut) kepada Allah dari orang lain selain diriku, semua hamba sama-sama wajib bertakwa (takut) pada-Nya.”

Kemudian dia (si wanita) meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu membara pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya.

Pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo’akanya. Suatu waktu setelah berdoa dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan si wanita yang amat dicintainya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya: “Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?”

Si wanita menjawab: “Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebab cintamu yang membawaku dapat mengiring menuju kebaikan dan meninggalkan kemaksiatan.”

Pemuda itu bertanya: “Jika demikian, kemanakah kau menuju?” Si wanita menjawab, “Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga berkekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.”

Pemuda itu berkata: “Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu.” Dia jawab, “Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku agar berjumpa denganmu di surga ini  dengan kesungguhanmu dalam ibadah kepada Allah.”

Si pemuda bertanya: “Kapan aku bisa melihatmu?” Jawab si wanita: “Tak lama lagi kau akan datang melihat kami.”

Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

Sumber:

Abu Bakr Muhammad bin Ja’far bin Muhammad bin Sahl bin Syakir Al-Kharaithiy, I’thilal al-Qulub li al-Khar’aithiy, Riyadh: Maktabah Nazar Musthafa al-Baz 1420 H, vol. I, h. 111.

أبو بكر محمد بن جعفر بن محمد بن سهل بن شاكر الخرائطي,  اعتلال القلوب للخرائطي,  الرياض:  مكتبة نزار مصطفى الباز, 1420 هـ, ج: 1, ص:

About Apriansyah Bintang

Turut mendiskusikan mispersepsi terhadap Islam dengan hikmah dan mau'izhah hasanah. مناقش أي سوء الفهم للإسلام بالحكمة والموعظة الحسنة Also discuss any misperceptions of Islam with wisdom and good advice.

Posted on 17 Juli 2011, in Diskursus Islam and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Subhanallah, dahsyat…..

Silakan komentar bro...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: