Muhammad mati diracun? (Tuduhan murahan oknum Kristen)


Pertanyaan:

Assalamu Alaikum Wr Wb

maaf pak ada yg ingin saya tanyakan tentang org Kristen yg menyatakan Muhammad diracun di hadits berikut:

Ibnu Sa’ad, p.251, 252: …. Rasulullah menyuruh memanggil Zaynab dan berkata padanya, “Apa yang membuatmu melakukan apa yang kau telah lakukan?” Dia menjawab, “Kau telah lakukan pada masyarakatku apa yang telah kau lakukan. Kau telah membunuh ayahku, pamanku, suamiku, aku berkata pada diriku sendiri, ‘Jika kau adalah seorang nabi, kaki depan itu akan memberitahumu, dan yang telah berkata, ‘Jika kau seorang raja, kami akan mengenyahkanmu.’” ..Rasul Allah hidup sampai tiga tahu setelah itu sampai racun itu menyebabkan rasa sakit sehingga ia wafat. Selama sakitnya dia biasa berkata, “Aku tidak pernah berhenti mengamati akibat dari daging (beracun) yang kumakan di Khaibar dan aku menderita beberapa kali (dari akibat racun itu) tapi sekarang kurasa tiba saatnya batang nadiku terputus.”

sepengetahuan saya Rasulullah meninggal dengan normal…

mungkin bapak bisa menjelaskan….

(lgi butuh pencerahan)

Assalamu Alaikum Wr Wb

————————————————————————————————-

Jawab:

Apakah muhammad mati diracun?

صحيح البخاري

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ

لَمَّا فُتِحَتْ خَيْبَرُ أُهْدِيَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَاةٌ فِيهَا سُمٌّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْمَعُوا إِلَيَّ مَنْ كَانَ هَا هُنَا مِنْ يَهُودَ فَجُمِعُوا لَهُ فَقَالَ إِنِّي سَائِلُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَهَلْ أَنْتُمْ صَادِقِيَّ عَنْهُ فَقَالُوا نَعَمْ قَالَ لَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَبُوكُمْ قَالُوا فُلَانٌ فَقَالَ كَذَبْتُمْ بَلْ أَبُوكُمْ فُلَانٌ قَالُوا صَدَقْتَ قَالَ فَهَلْ أَنْتُمْ صَادِقِيَّ عَنْ شَيْءٍ إِنْ سَأَلْتُ عَنْهُ فَقَالُوا نَعَمْ يَا أَبَا الْقَاسِمِ وَإِنْ كَذَبْنَا عَرَفْتَ كَذِبَنَا كَمَا عَرَفْتَهُ فِي أَبِينَا فَقَالَ لَهُمْ مَنْ أَهْلُ النَّارِ قَالُوا نَكُونُ فِيهَا يَسِيرًا ثُمَّ تَخْلُفُونَا فِيهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْسَئُوا فِيهَا وَاللَّهِ لَا نَخْلُفُكُمْ فِيهَا أَبَدًا ثُمَّ قَالَ هَلْ أَنْتُمْ صَادِقِيَّ عَنْ شَيْءٍ إِنْ سَأَلْتُكُمْ عَنْهُ فَقَالُوا نَعَمْ يَا أَبَا الْقَاسِمِ قَالَ هَلْ جَعَلْتُمْ فِي هَذِهِ الشَّاةِ سُمًّا قَالُوا نَعَمْ قَالَ مَا حَمَلَكُمْ عَلَى ذَلِكَ قَالُوا أَرَدْنَا إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا نَسْتَرِيحُ وَإِنْ كُنْتَ نَبِيًّا لَمْ يَضُرَّكَ

Hadits bukhari nomor 2933: “Telah menceritakan kepada kami ‘Abullah bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami AL-LAYTS, telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abi Sa’id al-Maqburiy, dari Abu hurairah:

“Tatkala daerah Khaibar telah ditaklukkan nabi diberi hadiah seeokor kambing yang diberi racun, lantas beliau bersabda: “silakan semua orang yahudi berkumpul di sini!” maka mereka berkumpul semua. Lantas beliau bersabda: “saya ingin menanyakan sesuatu kepada kalian. Apakah kalian mau menjawab pertanyaanku?” maka mereka menjawab: “ya, kami mau.” lantas beliau melanjutkan: “siapakah nama bapak kalian?” lantas mereka menjawab: “anu anu dan anu.” beliau bersabda: “kalian dusta! yang benar nama bapak kalian adalah anu, anu dan anu!” mereka menjawab: “anda benar wahai Abu Qasim (panggilan muhammad).” Lantas beliau bertanya lagi: “apakah kalian mau menjawab lagi jika aku bertanya tentang sesuatu?” mereka menjawab: “wahai abu wasim, jika kami berdusta niscaya engku pasti tahu sebagaimana engkau tahu kami tadi berdusta tentang nama bapak-bapak kami.” lantas rasul bertanya lagi: “siapakah yang menjadi penghuni neraka?” mereka menjawab: “kami (yahudi) cuma masuk sebentar lantas kalian (muslim) akan menggantikan kami (yahudi) di dalamnya!” rasul menjawab: “demi Allah, kami tidak akan pernah menggantikan kalian di neraka selama-lamanya!” lantas beliau bertanya lagi: “masih mau menjawb kalau saya tanya?” mereka berkata: “ya wahai abu qasim” beliau bertanya lagi: “apakah kambing ini kalian beri racun?” mereka menjawab: ” benar” beliau bertanya: “mengapa kalian lakukan itu?” mereka menjawab: “kita mau ngetes jika anda seorang pendusta (pasti akan mati) dan kami akan lega karenanya, dan jika anda benar seorang nabi maka racun itu tidak akan membahayakan anda!”[1]

Seluruh literatur hadits (bukan hanya bukhari) meriwayatkan hadits ini dari seseorang bernama LAYTS, dan tidak ada dari orang lain. Dalam ilmu Ushul al-Hadits ini dinamakan hadits Ahad (hadits yang tidak sampai kekuatannya pada derajat mutawatir [banyak jalur/orang yang meriwayatkan]). Hadits Ahad terbagi menjadi 3; Masyhur, ‘Aziz dan Ghorib.

MASYHUR adalah hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih selama tidak sampai kepada derajat mutawatir. ‘AZIZ adalah hadits yang diriwayatkan oleh dua orang. GHORIB adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang Rawi.

Sedangkan kalau di rengkingkan maka tingkat yang paling lemah adalah: (3) Gharib, (2) Aziz, dan (1) Masyhur.

Hadits Masyhur, Aziz dan Gharib juga ada dua: Matan dan Riwayah. Matan berarti menyendiri dalam teks hadits, tidak ada teks hadits yang mendukung hadits tersebut. Riwayah berarti menyendiri orang yang meriwayatkannya, tidak ada orang lain yang meriwayatkannya.

Hadits yang dibawa oleh Rawi bernama LAYTS tentang hadits kambing yang diberi racun ini adalah hadits AHAD GHARIB MATAN dan RIWAYAH, artinya: “secara teks dan periwayatan tidak didukung oleh teks dan orang lain, dan artinya: TIDAK ADA KEKUATAN HUKUM DAN TIDAK BISA DIJADIKAN SANDARAN.”[2]

Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena hadits palsu sangatlah banyak, jumlahnya ribuan, yang memproduknya adalah yahudi, nasrani dan bahkan umat Islam sendiri, baik bermotifkan politik, kesukuan dan bahkan bermotif agama tapi tidak pada koridornya dan imam bukhari, muslim, dst berusaha keras mencari hadits yang mendekati kesahihan, meskipun ternyata beliau-beliau itu juga manusia biasa, ternyata ada juga terselip yang dha’if dalam kitab shahih nya.

Jadi saudaraku, orang kafir sudah frustasi mencari sela di dalam al-Qur’an dan mencari sela untuk menipu umat Islam yang awam agar mudah dimurtadkan. Tapi Islam tetap “ya’lu wala yu’la ‘alaih” tinggi dan tidak bisa dikalahkan.

Dan sebelum kita masuk ke dalam forum debat antar agama, ada baiknya kita dalami terlebih dahulu ilmu Keislaman kita agar tidak goyah nantinya. Karena orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang sebelum kita masuk ke dalam agama mereka (minimal cara berfikir kita seperti mereka.” (al-Baqarah: 120) dan pastilah mereka akan menggunakan 1001 cara untuk memurtadkan kita. Maka kitapun perlu mawas diri.

Saran saya teruslah bertanya kepada ahlinya dan tidak hanya pada satu orang saja. Semoga Allah menunjuki mereka semua ke jalan-Nya yang benar.

Wallahu A’lam

————————————————————————————————

Foot Note:

————

[1] (a) Muhammad bin Isma’il bin Abu ‘Abdillah al-Bukhariy al-Ja’fiy, Shahiyh al-Bukhaariy, Beirut: Dar Ebnu Kathir, cet. III, 1407 H/1987 M, vol. X, p. 428 dan vol. XVIII, p. 71. dan;

(b) Muhammad bin Sa’d bin Maniy’ Abu ‘Abdillah al-Bashariy, al-Thabaqaat al-Kubraa, Beirut: Dar Shadeer, 1968, cet. I, vol. II, p. 200-203.

[2] El-Syarif el-Jarjani, al-Mukhtashar fi ‘Uluwm al-Ahaadiyts, Beirut: Dar el-Fikr, t.t., vol. I, h. 3.

About Apriansyah Bintang

Turut mendiskusikan mispersepsi terhadap Islam dengan hikmah dan mau'izhah hasanah. مناقش أي سوء الفهم للإسلام بالحكمة والموعظة الحسنة Also discuss any misperceptions of Islam with wisdom and good advice.

Posted on 10 September 2011, in Diskursus Islam and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silakan komentar bro...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: