Kesesatan ajaran Syi’ah dalam kitab Ushul al-Kafiy (Post 1)


بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

A. PENDAHULUAN

Berangkat dari diskusi-diskusi di forum-forum dunia maya baik di facebook, whatsapp dst mengenai kesesatan Wahabi dan Syi’ah penulis mengaggap ada kemubaziran apabila posting penulis tersebut tidak didokumentasikan dengan baik di blog penulis, sebab diskusi-diskusi di facebook/whatsapp dst akan tenggelam seiring dengan postingan-postingan member yang lain dan tentunya amal jariyah penulis akan menghilang seiring dengan tenggelamnya posting tersebut.

Khusus di postingan awal ini penulis akan membedah buku karangan Rohaniawan Syi’ah yang terkenal Muhammad Ya’qub al-Kulainiy dalam bukunya yang terkenal Ushul al-Kafiy.  Namun di sini penulis hanya memaparkan halaman yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Mengapa? karena Wahabi menganggap diri mereka Ahlussunnah wal Jama’ah (Sunni) dan Syi’ah mengaggap bahwa diri mereka tidak berbeda jauh dengan Ahlussunnah wal Jama’ah, padahal dari segi konsep antara Wahabi-Syi’ah-Ahlussunnah wal Jama’ah teramat jauh terpaut Timur dan Barat.

Perlu diketahui di sini bahwa penulis adalah warga NU namun dengan memaparkan kesesatan wahabi penulis sudah biasa dicap sebagai Syi’ah, dan ketika memaparkan kesesatan Syi’ah penulis pun sudah terbiasa dicap sebagai Wahabi Takfiri. Satu cap ini adalah hal wajar dilontarkan satu kaum kepada seseorang yang dianggap menyerang mereka.

Namun perlu ditekankan kembali maksud penulis di sini bukan untuk menyerang tapi untuk mengungkap kesesatan satu aliran adalah agar masyarakat awam tidak tertipu oleh ajaran “kamuflase” mereka, dan tentunya menjadi tamparan bagi orang yang menganut aliran tersebut untuk mengetahui ajaran mereka langsung dari sumber pokok agama mereka sendiri.

Setelah memaparkan isi buku ini penulis berlepas diri dari kesesatan mereka dan semoga penulis dan mereka diberikan jalan Allah yang lurus, yaitu jalan Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw dan dipraktikkan oleh para keluarga, sahabat, tabi’in, tabi’it-tabi’in dan para ‘ulama yang mu’tabirin, Allahumma Amin.

Penulis menterjemahkan isi buku tersebut ke dalam bahasa Indonesia bebas dan tentunya mempunyai kekurangan. Kritik dan saran adalah mata air ditengah gurun sahara yang meluruskan penulis apabila ditemukan kekeliruan.

Catatan:

1) Silakan dibantah dengan menggunakan literatur juga bukan jawaban “alay” yang gak jelas dan tidak berhubungan dengan isi artikel.
2) Wahabi dan aliran sesat lainnya untuk artikel ini diharapkan tidak memberikan komentar, ini lapak khusus Syi’ah dan pembelanya !!!
3) Lapak selanjutnya akan bersambung dengan batas waktu yang tidak ditentukan.


 

B. PEMBAHASAN

أصول الكافي

Bab Imam sebagai Fondasi Bumi

71- Bab Para Imam sebagai Fondasi Bumi

1. Dari Ahmad bin Mihran, dari Muhammad Bin ‘Aliy, dari Ahmad bin Muhammad, Seluruhnya, dari Muhammad bin Sinan, dari al-Mufadhhal bin ‘Umar, dari Abi ‘Abdillah dia berkata: Apapun yang datang dari ‘Ali maka saya akan mengambilnya, dan apapun yang dilarang Ali maka saya akan menyudahinya. Dia mempunyai KEUTAMAAN YANG SAMA dengan Muhammad saw. Bagi Muhammad saw mempunyai keutamaan atas seluruh makhluk yang diciptakan oleh Allah ‘Azza wa Jall. Berpegang teguh kepada ‘Ali seperti orang yang berpegang teguh kepada Allah dan Rasul-Nya, dan penolakan terhadapnya baik kecil ataupun besar SEPERTI MUSYRIK KEPADA ALLAH. Amirul Mukminin ‘Ali adalah pintunya Allah yang pintu tersebut tidak akan dibuka kecuali darinya, dan jalan selain jalan menuju Ali adalah kehancuran.

Demikian pula datang para imam satu demi satu, Allah menjadikan mereka tiangnya bumi yang memanjang kepada keluarganya, hujjahnya adalah hujjah balighah atas mahluk di atas bumi dan bawahnya.

Adalah Amirul Mukminin ‘Ali Shalawatullah ‘Alaih sering mengatakan:Sayalah Penentu Pembagian Surga dan Neraka yang Allah berikan kepada Manusia, sayalah al-Faruq terbesar, sayalah pemilik tongkat dan miysam. Sungguh telah berikrar kepadaku seluruh Malaikat, Roh, Rasul-rasul Allah seperti yang telah mereka ikrarkan kepada Nabi Muhammad saw. Sungguh saya memikul beban yang sama dengan beban Tuhan, dan sesungguhnya Rasulullah saw akan dipanggil dan akan dilindungi, sedangkan saya juga akan dipanggil dan akan dilindungi, Rasulullah akan diminta untuk berfikir sedangkan saya juga akan diminta untuk berfikir dan saya berfikir sesuai batas pemikiran Rasulullah saw. Sungguh saya telah diberikan ciri khas sesuatu yang belum pernah diberikan kepada orang sebelumku, saya mengetahui karunia dan saya mengetahui bala bencana……”

————————————————————————————

Catatan:
—————

1. Dalam hal ini Kedudukan Ali Karramallahu Wajhah berkedudukan sama dengan Nabi bahkan lebih seperti memikul beban yang sama dengan Tuhan, sesuaikah ini dengan Akidah Islam?

2. Ali digambarkan sebagai penentu pembagian sorga dan neraka, mengetahui karunia dan bencana dan para malaikat, roh  dan para Rasul berikrar dengan ikran yang sama kepada nabi Muhammad saw. Sesuaikah ini dengan Akidah Islam?

—————————————————————————

أصول الكافي

Penafsiran Seenak Udelle…

86- Bab Seluruh Amal akan ditampakkan kepada Nabi Muhammad dan para Imam

1. Dari Muhammad bin Yahya dari Ahmad bin Muhammad dari al-Husain bin Sa’id dari a;-Qasim bin Muhammad, dari ‘Ali bin Abi Hamzah dari Abi Bashir dari Abi ‘Abdillah as berkata: “Seluruh Amalan manusia akan ditampakkan kepada Rasululah saw, amalan-amalan baik dan buruknya hamba baik pagi maka berhati-hatilah.” Dia berkata: “Hal ini berdasarkan Firman Allah swt: “Beramal lah maka Allah dan Rasul-Nya akan melihat amalan kalian.” (Q.s. At-Taubah:  105), lalu dia diam.

2.Dari beberapa sahabat kami, dari Ahmad bin Muhammad dari al-Husain bin Sa’id dari Nadhr bin Suwaid dari Yahya al-Halabiy dari ‘Abdil Hamiyd al-Tha’iy, dari Ya’qub bin Syu’aib berkata: “Saya bertanya kepada Abu ‘Abdillah as tentang Firman Allah ‘Azza wa Jall: “Beramal lah maka Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman (al-Mu’minun) akan melihat amalan kalian.” (Q.s. At-Taubah:  105) maka beliau berkata: “al-Mu’minun di sana adalah para Imam.”

3. Dari ‘Ali bin Ibrahim dari bapaknya dari ‘Utsman bin ‘Isa dari Sama’ah dari ‘Abdillah as berkata: “Saya mendengar beliau berkata: “Mengapa kalian menyusahkan Rasulullah saw? maka dia berkata “kok, Bagaimana kami menyusahkan Rasulullah?” Dia menjawab: “Tidakkah kamu tau bahwa seluruh amalan kalian akan ditampakkan kepada Rasulullah saw? jika engkau melakukan maksiat maka itu menyusahkannya, maka janganlah menyusahkannya, gembirakanlah Rasulullah saw.

4. Dari ‘Ali dari bapaknya dari al-Qasim dari Muhammad dari al-Zayyat dari ‘Abdillah bin Ayyan al-Zayyat. adalah dia sangat berpengaruh kedudukannya disisi ar-Ridha as: Dia berkata: “Saya berkata kepada ar-Ridho as: “Doakanlah aku dan keluargaku kepada Allah.” beliau menjawab: “Tidakkah saya teah melakukan hal itu? Demi Allah sesungguhnya seluruh amalan kalian akan ditampakkan di hadapanku setiap hari pagi dan malam.” Dia berkata: “Amalan-amalan saya cukup banyak.” Beliau berkata: “Tidakkah kamu membaca Kitab Allah Azza wa Jalla: “Beramallah maka Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman akan melihat amal kalian.” (QS. At-Taubah: 105)?” beliau berkata: “Dia demi Allah adalah ‘Ali bin Abi Thalib as.”

5. Dari Ahmad bin Mihran dari Muhammad bin ‘Ali dari Abi ‘Abdillah ash-Shamit dari Yahya bin Musawir dari Abi Ja’far as bahwasanya dia membaca ayat ini: “Beramallah maka Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman akan melihat amal kalian” (QS. At-Taubah: 105) lalu beliau berkata: “Dia adalah ‘Ali bin Abi Thalib.”

6. Dari beberapa sahabat kita dari Ahmad bin Muhammad dari al-Wassya’ dia berkata: “Saya mendengar ar-Ridha as berkata: “Sesungguhnya seluruh amal baik dan buruk akan ditampakkan dihadapan Rasulullah saw.

—————————————————————————————————–

catatan:
———-

Kedudukan ‘Ali Karramallah Wajhah dan keturunannya dianggap sepadan dengan Rasulullah saw dengan haknya melihat amalan orang-orang beriman (M’minun), Sesuaikah dengan Akidah Islam?

——————————————————————————————————

أصول الكافي

Bab Thariqaah yang terpuji adalah Istiqamah terhadap keimanan “Wilayah” ‘Ali

87. Bab bahwa Thariqah yang terpuji adalah keistiqamahan dan keyakinan terhadap “Wilayah” ‘Ali as

1. Dari Ahmad bin Mihran dari ‘Abdil ‘Azhim bin ‘Abdillah al-Hasani dari Musa bin Muhammad dari Yunus bin Ya’qub dari orang yang pernah berkata kepadanya dari Abi Ja’far as berkaitan tentang Firman Allah swt: “Dan bahwasanya: jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar.” (QS. Al-Jin: 16) Lalu beliau berkata: “Andaikata kamu istiqamah atas Wilayah ‘Ali bin Abi Thalib Amirul Mu’minin dan para wali Allah dari keturunan ‘Ali bin Abi Thalib dan pasrah taat kepada mereka dalam hal perintah dan larangannya maka niscaya kami -Allah- (kata ar-Ridha) akan memberi mereka minum dengan air yang segar.” Allah swt berfirman: “Kami akan menuangkan hati-hati mereka dengan iman.”  Thariqah adalah Keimanan dengan Wilayah ‘Ali dan Wali-wali dari keturunannya.”

2. Dari al-Husain bin Muhammad dari  Mu’alla dari Muhammad bin Jumhur dari Fadhalah bin Ayyub dari al-Husain bin ‘Utsman dari Abi Ayyub dari Muhammad bin Muslim berkata: “Saya bertanya kepada Abu ‘Abdillah saw berkaitan firman Allah swt: “Istiqamahlah atas keimanan terhadap Keimaman satu per/satu.”

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

—————————————————————————————————–

Catatan:
———–
1. Wilayah Ali adalah merupakan konsep  distribusi kepemimpinan mulai dari Allah (wilayah Allah), Nabi (wilayah al-nabi), Ali (Wilayah ‘Ali), imam (wilayah al-imam), hingga ulama (wilayah al-faqih). Ini termasuk Rukun Agama Mereka.

2. Wilayah ‘Ali versi Syi’ah adalah jalan lurus maka yang tidak mengikutinya adalah jalan sesat.

Sesuaikah ini dengan ajaran Islam yang dibawa Rasulullah saw?? Silakan renungkan dengan akal sehat anda !!

KESESATAN SYI’AH DALAM BUKU INI BERSAMBUNG….

About Apriansyah Bintang

Turut mendiskusikan mispersepsi terhadap Islam dengan hikmah dan mau'izhah hasanah. مناقش أي سوء الفهم للإسلام بالحكمة والموعظة الحسنة Also discuss any misperceptions of Islam with wisdom and good advice.

Posted on 13 Januari 2016, in Diskursus Islam and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silakan komentar bro...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: