Propaganda Oknum Kristen terhadap al-Qur’an Surah Al-Naba: 33


بسم الله الرحمن الرحيم

Sumber gambar:

Suatu saat ada non muslim yang bertanya perihal Surah al-Naba’ ayat 33. Berikut pertanyaannya:

Coba anda saya test ttg surganya islam..QS 78:33 Kawa’eba atraba..Kata arab “kawa’eba berarti APA? ..Tapi penerjemah Quran di indonesia terlalu malu untuk menerjemahkahkan itu..sebab memang bertentangan dengan nurani
penerjemah..tapi bhs arabnya jelas menyebutkan hal itu..karena merasa malu dan risih inilah para penerjemah Quran Indonesia dengan NEKAD mengedit kata2 allah…….==>cuma diterjemahkan sebagai gadis2 remaja===>QS 78:33-34 : ” dan gadis-gadis remaja* yang sebaya, ,dan gelas2 yg penuh (berisi minuman)…” ???????
.Kata arab “kawa’eba berarti perawan muda yg dadanya kencang MONTOK dan berbentuk indah..

————————————————————————————————————————————————————

Jawab:

BAB I

PENDAHULUAN

Segala puji syukur hanya bagi Allah, shalawat dan salam hanya untuk kekasih kita nabi besar Muhammad saw, keluarga, sahabat dan para pengikutnya sampai hari kiamat nanti.

Allah berfirman:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah/2:120)


Banyak sekali propaganda non muslim dalam meracuni umat Islam, baik dengan cara-cara formal maupun informal, dengan cara-cara (yang terkesan) ilmiah maupun dengan cara-cara murahan.

Salah satu cara murahan non muslim dalam berpropaganda adalah dengan mencari ayat-ayat al-Qur’an dan/atau al-Hadits yang berpotensi “membingungkan” kalangan awam dengan harapan masuk kedalam perangkap mereka, minimal menjadi tidak percaya terhadap al-Qur’an dan menjadi jauh sejauh-jauhnya. Akan tetapi Allah melindungi agama-Nya meski orang-orang kafir tidak menyukainya.

Allah berfirman: “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. Al-Taubah/9:32)

BAB II

PEMBAHASAN

            Allah swt telah berfirman dalam Qur’an Surah al-Naba/78 ayat 31-36:

إِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًا (31)

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan

حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا (32)

(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا (33)

dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

وَكَأْسًا دِهَاقًا (34)

dan gelas-gelas yang penuh berisi minuman,

لاَ يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَلاَ كِذَّابًا (35)

Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta,

جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطاَءً حِسَابًا (36)

Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak.

 

Orang-orang non muslim menggunakan cara-cara murahan dalam mentafsirkan ayat-ayat di atas pada ayat ke 33 sehingga membingungkan orang-orang awam. Mereka berkata bahwa ayat ke 33 arti aslinya bukan “gadis-gadis remaja yang sebaya,” akan tetapi adalah perawan muda yg dadanya kencang MONTOK dan berbentuk indah.

Baiklah di sini penulis dengan segala keterbatasan penulis akan mencoba memberikan penjelasan terhadap propaganda murahan ini. Kritik dan masukan akan menjadi bahan bakar penulis untuk menjadi lebih baik.

A. ETIMOLOGI

Secara etimologi kata وَكَوَاعِبَ adalah jama’ dari كَعْبٌ yang makna aslinya adalah “Sesuatu yang menonjol.” Dari kata كَعْبٌ inilah kemudian muncul arti-arti yang lain sesuai dengan penggunaan kata dari situasi kondisi yang ada.

Di bawah ini penulis akan menjelaskan penggunaan kata كَعْبٌ dalam kamus-kamus Arab.[1]

  1. Apabila kata كَعْبٌ masuk ke ranah bangunan maka bermakna: “kubus.” Begitu pula apabila ditambah Ta’ Marbuthah = كَعْبَةٌ artinya adalah: bangunan berbentuk kubus (Ka’bah).
  2. Apabila kata كَعْبٌ masuk ke dalam ranah kedokteran maka artinya menjadi: “sendi, ruas, mata kaki dan/atau tumit.”
  3. Apabila kata كَعْبٌ masuk ke ranah derajat maka artinya: “kemuliaan, keluhuran dan kebesaran.”
  4. Apabila kata كَعْبٌ masuk ke ranah perbuatan, maka artinya adalah: “bersegera atau mengisi.”
  5. Apabila kata كَعْبٌ masuk ke dalam ranah permainan maka bermakna: “dadu.”
  6. Apabila kata كَعْبٌ masuk ke dalam tali maka akan berarti: “simpul,”
  7.  Apabila kata كَعْبٌ masuk ke ranah wanita maka artinya adalah: “Kegadisan dan keperawanan.”
  8. Apabila kata كَعْبٌ dideskripsikan ke buah dada perempuan maka akan bermakna: “montok buah dadanya” dengan catatan:
  • Setelah kata mashdar كَعْبٌ berubah menjadi Fi’il Madhi كَعَّبَ dan harus ada tambahan Jariyah / جاَرِيَةٌ menjadi كَعَّبَتِ الْجَارِيَةُ.
  • Dijadikan Fa’il كَاعِبٌ dan harus ada tambahan Jariyah / جاَرِيَةٌ menjadi كَاعِبُ الْجَارِيَةُ.  Atau ;
  • Harakat fathah di lafal كَعْبٌ di atas berubah menjadi dhammah كُعْبٌ, baru bisa diartikan: “Gadis yang montok buah dadanya.”

Apabila tiga syarat di atas tidak ditemukan maka dalam tata bahasa Arab disebut kegagalan bahasa/tidak sah/cacat (بَاطِلٌ).

Ditilik dari etimologi saja propaganda murahan yang mengatakan bahwa arti Qur’an Surah Al-Naba’/78 ayat 33 yang berarti “perawan muda yg dadanya kencang MONTOK dan berbentuk indah” adalah keliru total.

B. TERMINOLOGI

Adapun secara terminologi arti وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا yang benar adalah sesuai dengan terjemahan al-Qur’an bahasa Indonesia yang ada saat ini, yakni “dan gadis-gadis remaja yang sebaya.”

Hal ini dapat dilihat dari berbagai tafsir al-Qur’an yang ada di dalam literatur Islam. yang menjelaskan makna وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا tersebut dengan arti aslinya: “Perempuan-perempuan yang berumur sebaya”[2] atau perempuan-perempuan yang mempunyai fisik yang sempurna yang sangat disukai oleh siapapun[3] yang di dunia laksana bidadari yang sangat mulia sifat-sifatnya.[4] Untuk umur bidadari ini diperkirakan (umur wanita di dunia) sekitar 30 tahun.[5]

Namun meski demikian menurut al-Maawardiy ada ulama yang mentafsirkan (baca: ingat mentafsirkan bukan mengartikan/menterjemahkan) bahwa kata وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا adalah gadis yang sempurna yang ditandai antara lain dengan montoknya buah dada, pendapat ini diwakili oleh Ibnu ‘Abbas. Sedangkan pendapat yang diwakili oleh ulama al-Dhahhak dan dipakai oleh seluruh ulama dunia adalah sebagaimana yang telah penulis terangkan sebelumnya, bahwa وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا adalah gadis yang berumur sebaya.[6]

C. KONKLUSI

Dilihat dari etimologi dan terminologi serta tafsiran para ‘ulama yang paling banyak diikuti sangat jelas bahwa arti kata وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا adalah gadis yang berumur sebaya. Adapun jika ada yang mengatakan bahwa bermakna gadis yang montok payudaranya ini diwakili oleh Ibnu ‘Abbas berdasarkan ijtihad beliau.

Lagi pula pun jika benar pendapat Ibnu ‘Abbas tentu tidak masalah, karena memang Surga diberikan untuk hamba-hambanya yang shaleh yang merupakan kenikmatan tiada tara, tentunya tidak ada satupun yang pernah merasakan, namun Allah swt mengkiaskan dengan bahasa yang sangat santun.[7] Jika saja al-Qur’an bukanlah wahyu Allah niscaya penggambaran Surga tersebut dengan bahasa yang sangat tidak pantas seperti dalam kitab “suci” agama lain yang jelas-jelas sangat mengganggu dan wajib dijauhkan dari anak-anak karena sangat mesum sekali isinya.

BAB II

PENUTUP

 

Alhamdulillah dengan segala keterbatasan penulis dapat menyanggah propaganda non muslim yang sebenarnya SANGAT FRUSTASI mencari kelemahan dalam agama Islam khususnya al-Qur’an dan al-Hadits, sementara dalam kitab mereka yang katanya “suci” itu sangat banyak “ayat-ayat” pornografi yang tidak pantas disebut dengan wahyu Tuhan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, saran dan kritik sangat penulis nantikan. Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu An Lailaha Illah Anta Astaghfiruka wa Atubu Ilaik.

Wallahu A’lam bi al-Shawaab

Selasa, 26 Maret 2013

Al-Faqir Ila Rahmati Rabb

Apriansyah Bintang.

 

CATATAN:

Silakan dicopy/disalin dan diperbanyak dengan syarat cantumkan sumber aslinya dari mana. Jadilah blogger dan muslim yang beretika.

END NOTE:


[1] Achmad Warson Munawwir, Kamus Munawir Arab-Indonesia Terlengkap, Surabaya: Pustaka Progressif, 2001, h. 1214.

[2] Silakan Baca:

[a] Muhammad bin Jariyr binYaziyd bin Katsiyr bin Ghaalib al-Aamiliy al-Thabariy, Jami’ al-Bayaan ‘An Ta’wiyl Aay al-Qur’aan (Tafsiyr al-Thabariy), Beirut: Daar Hijr Li al-Thabaa’ah wa al-Nasyr wa al-Tauziy’ wa al-I’laan, 1422 H/2001 M, cet. I, vol. XXIV, h. 38.

[b] Faishal bin ‘Abd al-‘Aziyz bin Fayshal ibn Hamd al-Mubarok al-Najdiy, Tawfiyq al-Rahmaan Fiy Duruws al-Qur’aan, Riyadh: Dar al-‘Aashimah, 1416 H/1996 M, cet. I, vol. IV, h. 25.

[c] Muhammad al-Amin bin Muhammad al-Mukhtaar bin ‘Abd al-Qaadir al-Jakniy al-Syanqithiy, Adhwaa’ al-Bayaan Fiy Iydhaah al-Qur’aan bi al-Qur’aan, Beirut: Dar el-Fikr, 1415 H/1995 M, cet.-, vol. VII, h. 521.

[d] Abuw Muhammad bin ‘Abd Allah bin Wahb bin Muslim al-Mishriy al-Qurosyiy, Tafsiyr al-Qur’an min al-Jaami’ Li Ibn Wahb,—: Dar al-Ghurob al-Islaamiy, 2003 M, cet. I, vol. 1, h. 110.

[e] Ibroohiym bin al-Sariy bin Sahl Abuw Ishaaq al-Zuajjaaj, Ma’aaniy al-Qur’aan wa I’roobuh, Beirut: ‘Aalam al-Kutub, 1408 H/1988 M, cet. I, vol. iv, h. 338.

[3] [a] Durwazah Muhammad ‘Azzat,  al-Tafsiyr al-Hadits, Cairo: Dar Ehya el-Kutub el-‘Arabiyya, 1383 H, vol. V, h. 407.

[b] Ibraahiym bin Ismaa’iyl al-Abyaariy, al-Mawsuw’ah al-Qur’aaniyyah, Cairo: Mu’assasah Sijl al-‘Arob, 1405 H, cet. -, vol. VIII, h. 83.

[4] Prof. Dr. Hakamat bin Yasyiyr bin Yaasin, Mawsuw’ah al-Shahiyh al-Masbuwr min al-Tafsiyr bi al-Ma’tsuwr, al-Madiynah al-Munawwaroh: Dar el-Ma’aatsir li al-Nasyr wa al-Tawziy’ wa al-Thabaa’ah, 1420 H/1999 M, cet. I, vol. I, h. 127.

[5] Abu ‘Abd Allah Muhammad bin ‘Abd Allah bin ‘Iysaa bin Muhammad al-Murry al-Malikiy, Tafsiyr al-Qur’aan al-‘Aziyz, Cairo: al-Faaruwq al-Hadiytsah, 1423 H/2002 M, cet. I, vol. V, h. 85.

[6] Silakan baca: Abu al-Hasan ‘Aliy bin Muhammad bin Muhammad bin Hubaiyb al-Bashariy al-Baghdaadiy al-Maawardiy, al-Nakt al-‘Uyuwn (Tafsiyr al-Maawardiy), Beirut: Dar el-Kutub el-‘Ilmiyyah, t.t., vol. vi, h. 188.

[7] Bahasa Arab yang biasa dipakai untuk penggunaan payudara yang montok adalah طبطب الثدي, yang tentu saja sangat jauh dari kesopanan yang dipakai oleh kitab suci al-Qur’an.

About Apriansyah Bintang

Turut mendiskusikan mispersepsi terhadap Islam dengan hikmah dan mau'izhah hasanah. مناقش أي سوء الفهم للإسلام بالحكمة والموعظة الحسنة Also discuss any misperceptions of Islam with wisdom and good advice.

Posted on 26 Maret 2013, in Diskursus Islam and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 16 Komentar.

  1. Terimakasih pak Apri… maaf baru buka karena modemnya bikin saya males browsing..lemoooot…, hehe…

    Artikelnya bagus dan menjelaskan sejelas-jelasnya…
    saya share ya pak apri..

    jazakallah khoir…

    ISK.

  2. Mereka hendak memadamkan cahaya Allah, tapi Allah berkehendak untuk menyempurnakan cahayaNya, walau orang2 kafir, musyrik, dan munafik tidak menyukainya……

  3. Pornografi dalam kitab Injil

    * Hubungan Seks Antara Ayah dan Dua Orang Anak Perempuannya: Malam-malam kedua anak perempuan Nabi Lot menggoda ayah mereka yang mabuk dan mendapatkan anak darinya.(Injil – Kejadian 19: 30-36)
    * Anak laki-laki Berhubungan Dengan Ibunya: Ruben anak laki-laki tertua dari Yakub, pada saat ayahnya tidak ada, berhubungan seksual dengan istri ayahnya dan Israel (nama lain Yakub) mendengarnya. Adegan ini dilaporkan kepadanya, tetapi dia tidak memarahi atau memukul anaknya atas kelakuan tersebut. Tuhan juga tidak memberikan sebuah kata celaan pun kepadanya.(Injil-Kejadian 35: 22).* Yehuda Melakukan Perzinahan Dengan Menantu Perempuannya: Dia dengan segera menjadi hamil dan memberikan anak haram yang kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Ini berarti Tuhan memberi penghargaan kepada Yehuda dan keturunannya.(Injil -Kejadian 38: 15-30).
    * Amnon, Salah Seorang Putra Nabi Daud Memperkosa Saudara Perempuannya: “Seorang anak laki-laki yang mulia dari seorang ayah yang mulia” berdasarkan Injil yang “Suci”, Amnon dengan sebuah tipu daya yang hebat memperkosa saudara perempuannya Tamar dan Tuhan tidak menghukum atau menegurnya.(Injil – 2 Samuel 13: 5-14)

    * Putra Daud Yang Lain Memperkosa Ibunya (10 kali berurutan). Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu, ‘di depan mata seluruh Bani Israel.’ (Injil – 2 Samuel 16: 21-23).
    * Yerusalem (Orang Yahudi) Pelacur Yang Tidak Pernah Puas Tidak bangsa Asyur, Babylonia atau Mesir pernah dapat memuaskan pelacur Yahudi tersebut. Pelacur-pelacur lain dibayar oleh klien mereka atas pelayanan yang diberikan tetapi pelacur ini membayar klien mereka agar dilayani. “Dia membentangkan kakinya untuk setiap orang yang lewat!” (Injil – Yehezkiel 16: 23-24).

    * Dua Orang Perempuan Bersaudara Berkompetisi Satu Sama Lain Dalam Prostitusi. “Bagi kegemarannya terhadap kekasih-kekasihnya yang auratnya seperti aurat keledai dan emisinya seperti emisi kuda.” (Injil – Yehezkiel 23: 1-35)

    * “Dia memegang dan menciumnya …
    “Marilah kita memuaskan birahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. Karena suamiku tidak di rumah, …”
    (Injil – Amsal 7: 7-22)
    * Berkata wanita tersebut: “Rajaku sedang berbaring di dipannya …”
    ‘Kekasihku mempunyai penciuman dari Myrrh sewaktu dia berbaring pada buah dadaku.”
    ( Injil – Kidung Agung 1: 12-13).

    * Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku.
    “… ketika saya menemuinya … Kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia kerumah ibuku, ke kamar di mana aku lahir.”
    (Injil – Kidung Agung 3: 1-4)
    * “Lihatlah, cantik engkau, manisku
    bibirmu bagaikan seutas pita kirmizi …
    buah dadamu seperti anak rusa …
    Lingkar pahamu seperti permata …
    … Saya berkata, ‘Saya akan memanjat pohon palem …
    Oh, buah dadamu seperti sekelompok anggur’. “
    ” (Injil – Kidung Agung 4: 1-7)

    * “Dan Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal (seorang Wanita Tuna Susila), dan dia menghampirinya (melakukan hubungan seksual dengan-nya). “(Injil -Hakim-hakim 16: 1).

    • He he he.. Ini br yg ketawan ya..

      • Injil- Kejadian? Sejak kapan Kejadian masuk Injil?🙂 anda hendaknya belajar dulu dan jangan asal comot ayat.😀 Kejadian itu di perjanjian lama yang ditulis oleh Musa.🙂 Mengenai Kidung Agung, anda bilang pornografi karena kebetulan pikiran Anda menuju hal tersebut.🙂 Itu adalah sebuah puisi yang maknanya sangat dalam, Anda hanya bisa mengerti saat pikiran Anda bisa tidak dipenuhi pornografi.

      • Kalau yg anda maksud itu adalah perjanjian lama maka non kristen tidak mau tau itu, yg jelas itu ada dalam satu set BIBLE.

        Mencomot ayat? Hehehe bukankah mencomot ayat itu adalah hobi missionaris dalam memurtadkan umat islam dengan cara murahan? Hehehe

        Kidung agung harus yg berfikiran positif? Wah kalau gitu sekalian aja nonton bokep atau baca semi yg penting pikiran kita positif. Gitu? Ngaco bener dah..

  4. penjelasan yang sangat jelas, mudah dipahami, mudah-mudahan kristener tidak selalu dibuat kabur oleh para penyesatnya.

  5. Begitulah cara umat kristiani dlm menterjemahkan Al Qur’an. Mereka risih dgn pornonya Bibel/Alkitab/Injil,jadi mereka mencari cari pornografi dlm Al Qur’an utk mentramkan hati mereka sendiri,jadi spt mencari kawan seiring bahwa kitab sucinya umat Islam ada pornografinya spt kitab Bibek/Alkitab/Injil. Disamping itu juga utk melemahkan mental umat islam. Mungkin juga umat kristiani mencari cari ayat porno pd agama Hindu,Budha,Konghucu dsb. Padahal tuhan/dewa dewi dr suatu agama yg pernah ada di planet bumi sejak dulu sampai sekarang yg tampil tdk patut (porno) yaitu hanya Yesus,dia hanya bercawat dan lunglai tak berdaya.

  6. Pinter bngt,,, gamblang, jelas, tak membingungkan smskli,,,
    Sayangnya, negara qt yg bkiblat ke amerika mjdikn generasi penerus smakin lalai dan enggan utk mngkaji khasanah islamiah
    Tentu itu semua bs di atasi, jk dmulai dr dri sendri
    Mksih artikelnya,,,,

  7. hallo, terima kasih atas penejelasannya, jazakAllahu khairan. Tapi ada satu pertanyaan yang saya tidak mengerti, kenapa harus “gadis” (as in female by definition), kenapa tidak “human being (which mean it can be interpreted as male and female). I’m a female myself, and honestly, it does sound sexism because i feel like as a woman we’re nothing but just a reward, and it is rather offensive. Terima kasih.

Silakan komentar bro...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: